Posts

The Real Story bout Ayah

Ayah mungkin bukan satu-satunya lelaki keren di dunia ini.

     Bagi Ayah, mungkin ia bukan yang terbaik, tapi Ayah selalu berusaha menjadi yang terbaik versinya. Sehina apapun Ayah di mata orang lain, Ayah selalu menjadi yang terbaik di mataku. Aku menyayangi Ayah dengan segala kekurangannya. Mengatakan hal ini di saat Beliau sudah tiada bukan merupakan sebuah keterlambatan.

Laki-laki itu harus rajin solat di masjid. Ini prinsip yang selalu Ayah ajarkan pada adikku.

Bagiku, lelaki harus bisa memimpin. Hal ini jelas sekali terlihat dari track record Ayah, saat Ayah mahasiswa sampai ia sudah bekerja. Harus bisa memimpin diri sendiri dan rumah tangga juga tentunya.

Laki-laki harus sabar dan lemah lembut. Ayah selalu menasihatiku dengan sabar dan perlahan, kecuali jika kenakalanku sudah melewati batas.

Di samping itu, mereka harus kuat. Aku juga menemukan hal ini pada diri Ayah. Berangkat subuh, pulang isya, lembur sampai tengah malam di rumah. Ayah tidak pernah menunjukkan kelemahannya di h…

Bapak dan Nasihatnya

Sore itu, selepas sholat ashar di masjid kompleks perumahan. Dua orang lelaki duduk di ruang keluarga sebuah rumah bertipe minimalis. Rumah yg tidak besar, tidak juga kecil, namun cukup untuk keluarga kecil itu.


     "Pak, aku kan sudah solat tepat waktu di masjid, pake rawatib pula, sering solat malam, dhuha-ku gak pernah putus, tiap maghrib dan subuh aku selalu tilawah, sedekahku juga inshaAllah setiap ada rezeki. Tapi kenapa ya, Pak, Allah gak mengabulkan doa yang telah aku panjatkan? Aku merasa seluruh usahaku selama ini sia-sia." tanyaku, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang mencoba membuka percakapan dengan Bapak.

     "Kamu melakukan semua ibadah itu untuk apa tujuannya?" lelaki yg kusebut Bapak itu bertanya balik padaku. Ia tidak membenarkanku, tidak pula menyalahkanku.

     "Hmm, supaya Allah mengabulkan doa-doaku, Pak!" jawabku cepat.

     "Agar doa kamu dikabulkan, ada sesuatu apa sih yang harus kamu dapatkan terlebih dahulu?&qu…

Cerpen: Dialog Sore Bersama Ibu

“Pak Harto tuh tujuannya baik, ia pura-pura menculik Bung Karno agar tidak ikut menjadi korban G30S/PKI, apalagi dengan kondisi Bung Karno yang sedang sakit-sakitan. Keluarga Bung Karno saja yang menganggap Beliau salah satu dalangnya.” ujar Ibu sore itu sembari menonton berita sore yang menayangkan reka adegan G30S/PKI.

     “Pak Harto tuh ahli strategi, Kak. Makanya Beliau mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus diambil agar tidak mencelakakan banyak orang.” lanjutnya.
     “Makanya ya, Bu, negara kita menjadi lebih baik saat dipimpin oleh seorang militer, terutama TNI, karena mereka sudah digembleng selama 4 tahun untuk strategi keamanan dan kestabilitasan negara.” ujarku menambahkan.
     “Oooh, jelas, Kak. Terutama TNI-AD. Pak Harto, SBY, mereka dari TNI-AD. Mereka orang Kopassus, Kak. Kualitas strategi mereka sudah terbukti selama mereka menjadi presiden RI. Atau lihat Gatot Nurmantyo, panglima TNI ini juga gak kalah hebatnya dengan mereka. Makanya Ibu ingin sekali Kaka…

Robbish rohli sodri

“Assalamualaikum. Bal, gue besok mau mengisi acara lagi di Semarang, tapi…….” ujar Icha terputus kepada lawan bicaranya melalui telepon genggamnya.
     “Waalaikumsalam. Tapi kenapa lagi, Cha?” laki-laki itu bertanya sembari memantau pekerjaan anak buahnya di sebuah perusahaan BUMN. “Lo sudah berangkat ke Semarang? Naik apa?”
     “Pesawat jam 7 malam ini. Besok acaranya mulai jam 8 pagi, gue takut sekali, Bal.” Icha berkata dengan nada lirih.
     “Ya ampun, Cha. Lo sudah 89 kali menjadi pembicara, kalau Allah berkehendak, besok akan genap menjadi 90. Di depan guru sering, di depan anak kecil apalagi, di depan presiden juga pernah, bahkan lo pernah bersanding dengan seorang Gubernur DKI Jakarta loh. Dan lo masih gugup juga?”
Iqbal benar-benar tak habis pikir terhadap sahabatnya ini. Icha adalah seorang aktivis di bidang kerelawanan. Ia memiliki sebuah yayasan sosial bernama Yayasan Cahaya Insan, yang bertujuan untuk menciptakan hafidz serta hafidzah dari anak-anak yatim terlantar. N…

Forum Indonesia Muda

Image
Dear para recruiter Forum Indonesia Muda 19. Semoga bisa menyempatkan diri membaca tulisan saya yang ini ya! Ingin sekedar menambahkan, karena tulisan saya di essay begitu….objective? Tulisan ini, ingin memberikan sudut pandang subjective saya, curcol sih sebenarnya. Dan sebelumnya, izinkan saya memakai bahasa tulisan saya, memakai gaya penulisan saya, menjadi diri saya sendiri.

Forum Indonesia Muda.
Gue mengetahui FIM sejak 2 tahun yang lalu. Gue sudah membuat akun dan membaca setiap pertanyaan, kemudian tidak submit karena frustasi melihat pertanyaannya yang bejibun serta tema yang gak gue pahami sama sekali. Tahun lalu, gue juga mencoba untuk mengisi setiap pertanyaan yang diajukan pada menit terakhir dan membuat gue sedikit gila, ditambah surat rekomendasi yang belum dikirim ke Diana, rekomender gue. Essay dan project yang gue tulis, menurut gue cukup…..yeuh, apa nih, gak jelas. Tahun ini, gue menargetkan untuk mendaftar FIM kembali. Gue tulis besar-besar di depan meja belajar …